LEBAK — Empat jembatan gantung yang dibangun Kementerian PU di dua kabupaten di Banten ini dirancang khusus untuk pejalan kaki, kendaraan roda dua, dan ambulans dalam kondisi darurat. Panjang bentang utama bervariasi, mulai 40 meter hingga 80 meter.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan infrastruktur sederhana ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di perdesaan. “Mobilitas menjadi lebih mudah, distribusi hasil pertanian lebih lancar, dan akses terhadap layanan publik semakin terbuka,” kata Dody di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Dari total empat jembatan, tiga di antaranya berada di Kabupaten Lebak dan satu di Kabupaten Pandeglang. Berikut rincian lokasi dan progres fisik masing-masing proyek hingga 25 Juni 2026:
Dody menekankan bahwa kehadiran jembatan gantung tidak hanya soal mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga meningkatkan keselamatan perjalanan masyarakat. Sebelumnya, warga di sejumlah titik harus menyeberang sungai atau melewati jalur perbukitan yang rawan kecelakaan.
Distribusi hasil pertanian diharapkan lebih lancar. Selama ini petani di Lebak dan Pandeglang kerap kesulitan membawa hasil panen ke pasar karena akses terbatas. Dengan adanya jembatan, biaya logistik bisa ditekan.
Kementerian PU berkomitmen menyelesaikan seluruh pembangunan jembatan gantung sesuai target. Pemerataan pembangunan hingga daerah dengan keterbatasan akses menjadi prioritas utama dalam proyek ini.