iPhone Fold Diprediksi Dongkrak Harga Rata-rata Ponsel Lipat Naik 18% pada 2026

Penulis: Endra Sanjaya  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 18:03:32 WIB
Proyeksi harga rata-rata ponsel lipat naik 29% pada 2026 dipengaruhi kehadiran iPhone Fold.

BANTEN — Pasar ponsel lipat akan mengalami pergeseran harga signifikan dalam dua tahun ke depan. Lembaga riset Counterpoint Research merilis proyeksi bahwa rata-rata harga jual (average selling price/ASP) ponsel lipat pada 2026 naik 29% dibandingkan 2024. Salah satu katalis utamanya: kehadiran iPhone Fold yang digadang-gadang membawa label harga premium.

Dua Kategori Ponsel Lipat Bergerak Berlawanan Arah

Counterpoint membagi ponsel lipat dalam dua form-factor utama: book-type (lipat buku) dan clamshell (lipat vertikal). Dua kategori ini menunjukkan tren harga yang bertolak belakang.

Harga clamshell justru terus turun. Semakin banyak merek yang masuk ke segmen ini dan skala produksi membesar, membuat harga jualnya mendekati ponsel premium biasa. Sementara itu, book-type tetap bertahan di posisi kelas atas. Produsen terus menyematkan layar lebih besar, engsel lebih baik, baterai lebih besar, kamera lebih canggih, dan fitur produktivitas yang makin padat.

Karena pangsa pengiriman book-type kini lebih besar dari total pengiriman ponsel lipat, segmen inilah yang mendorong ASP keseluruhan naik.

Segmen Harga USD 1.600–2.000 Diprediksi Melonjak

Data Counterpoint menunjukkan pergeseran komposisi harga yang cukup ekstrem. Pangsa pengiriman ponsel lipat yang dibanderol antara USD 1.600 dan USD 2.000 diperkirakan hampir dua kali lipat: dari 30% pada 2025 menjadi 58% pada 2026. Sebaliknya, model dengan harga di atas USD 2.000 diproyeksikan turun dari 3% menjadi 2%.

Namun, iPhone Fold justru diprediksi mendarat di kelas harga paling mahal tersebut. IDC sebelumnya memperkirakan harga jual rata-rata iPhone Fold mencapai USD 2.500 (sekitar Rp 41,2 juta), dengan beberapa varian konfigurasi tertinggi bisa menembus USD 3.000 (sekitar Rp 49,5 juta).

Efek Apple: Menjaga Perhatian Pasar ke Segmen Harga Tinggi

Counterpoint secara spesifik menyebut bahwa masuknya Apple ke pasar ponsel lipat tidak hanya menambah satu pemain baru. Lebih dari itu, Apple diprediksi “akan semakin mendorong tren kenaikan ASP dengan menjaga perhatian pasar tetap pada segmen harga tinggi.”

Dampak lain yang diantisipasi: minat terhadap kesinambungan perangkat lunak, dukungan aplikasi, dan fitur produktivitas di seluruh kategori ponsel lipat akan meningkat. “Ini akan membantu menjadikan ponsel lipat sebagai segmen bernilai lebih tinggi dalam pasar ponsel pintar,” tulis Counterpoint dalam laporannya.

Apa Artinya bagi Konsumen Indonesia?

Bagi pembeli di Indonesia, tren ini berarti pilihan ponsel lipat di kelas harga menengah ke bawah (terutama clamshell) akan semakin banyak dan terjangkau. Merek-merek seperti Samsung, Oppo, dan Xiaomi sudah mulai menawarkan model lipat vertikal di harga Rp 10–15 jutaan.

Namun, jika Anda mengincar iPhone Fold, bersiaplah dengan banderol yang kemungkinan besar melampaui harga ponsel flagship Apple saat ini. Ponsel lipat Apple diperkirakan baru hadir pada 2026, dan harganya bisa menyentuh Rp 40–50 juta — setara dengan harga satu unit laptop high-end plus tablet sekaligus.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top