TANGERANG SELATAN — Tiga gudang di Blok AH 7 dan Blok E 1, Kawasan Taman Tekno, Kecamatan Setu, ludes dilalap api pada Rabu (12/2) siang. Kebakaran ini memicu mobilisasi besar-besaran armada pemadam kebakaran dari berbagai instansi.
Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan, Omay Komarudin, menyebutkan api pertama kali terlihat di gudang milik PT Perso Ontime Indonesia. Gudang tersebut diketahui menyimpan berbagai aksesori telepon seluler, seperti powerbank, headset, dan kabel.
"Api membesar dan merembet ke sebelah kiri dan belakang, yakni gudang PT Dadi Prima yang berisi alat tulis, pensil, buku gambar, dan mainan anak," ujar Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, saat dikonfirmasi.
Omay mengakui proses pemadaman mengalami kendala signifikan. Tidak tersedianya hidran kebakaran dan sumber air yang memadai di sekitar lokasi membuat petugas harus menyuplai air dari jarak jauh.
"Kesulitan pemadaman, sumber air yang ambil agak jauh. Jadi kita perlu suplai air. Tapi untuk tangki sudah ada suplai yang dibantu dari BSD," jelasnya.
Untuk mengatasi hal itu, Dinas Damkar Tangsel mengerahkan 13 unit armada utama, ditambah satu unit bantuan dari BSD, satu unit dari Koramil, dan tiga unit tangki air tambahan dari BSD.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material diperkirakan sangat besar. Seluruh barang dagangan yang tersimpan di tiga gudang—mulai dari elektronik, aksesori ponsel, hingga perlengkapan alat tulis dan mainan anak-anak—hangus terbakar.
"Kerugian diperkirakan hingga miliaran rupiah," kata Omay Komarudin.
Pihak kepolisian dari Polsek Cisauk masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya menyebutkan, tim laboratorium forensik akan diterjunkan ke lokasi kejadian setelah proses pemadaman selesai.
"Nanti ya, masih dalam penyelidikan. Hanya nanti kita akan menghadirkan laboratorium forensik," pungkasnya.