Saham RANS Debut di BEI, Langsung Mentok ARA 34% ke Rp228, Raffi Ahmad Bicara Transparansi

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 10:48:01 WIB
Saham RANS mencatat lonjakan harga hingga mentok ARA 34% pada hari debut di BEI.

BANTEN — Lonjakan harga terjadi sejak pembukaan perdagangan. Hingga pukul 09.40 WIB, nilai transaksi saham RANS tercatat hampir mencapai Rp1 miliar dengan volume lebih dari 43 ribu lot. Antrean beli di harga tertinggi pun menggunung, mencapai sekitar 20 juta lot saham.

Daya Tarik Investor di Balik Harga IPO Rp170

RANS melepas sebanyak 2,525 miliar saham baru dalam aksi korporasi ini, setara dengan 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga IPO yang dipatok Rp170 per saham dinilai cukup menarik bagi investor ritel yang ingin mendapatkan eksposur awal terhadap saham perusahaan media yang identik dengan figur publik tersebut.

Langkah ini menjadi salah satu IPO yang paling menyita perhatian pelaku pasar tahun ini, mengingat basis penggemar Raffi Ahmad yang luas serta potensi industri konten dan hiburan di Indonesia.

Raffi Ahmad: IPO Bukan Akhir, Melainkan Titik Awal

Dalam sambutannya di Main Hall BEI, Raffi Ahmad menekankan bahwa status perusahaan publik bukanlah garis finis, melainkan awal dari babak baru perseroan. Ia berjanji akan menerapkan standar tata kelola yang lebih ketat.

"Hari ini kami tidak sedang merayakan akhir perjalanan, melainkan titik awal. Menjadi perusahaan publik berarti kami memilih untuk tumbuh dengan standar yang lebih tinggi, lebih transparan, dan lebih bertanggung jawab kepada seluruh pemegang saham serta masyarakat Indonesia," ujar Raffi Ahmad.

Ia menambahkan, kepercayaan publik yang telah diberikan merupakan amanah yang harus dijaga melalui pertumbuhan berkelanjutan dan tata kelola perusahaan yang baik.

Apa Arti Pergerakan Saham RANS bagi Investor?

Fenomena ARA di hari pertama perdagangan kerap terjadi pada saham-saham dengan basis investor ritel yang kuat dan sentimen positif. Namun, investor perlu mencermati bahwa setelah periode debut, volatilitas harga saham biasanya tinggi. Fluktuasi ini bisa dipengaruhi oleh aksi ambil untung (profit taking) atau aksi wait and see menjelang rilis laporan keuangan perdana perusahaan.

Kinerja fundamental RANS ke depan akan menjadi ujian sesungguhnya. Pelaku pasar akan mengawasi kemampuan perseroan dalam merealisasikan rencana bisnis dan menjaga profitabilitas di tengah persaingan industri hiburan digital yang semakin ketat.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top