BANTEN — Google resmi memperkenalkan lapisan transparansi baru untuk iklan yang melibatkan kecerdasan buatan. Lewat pembaruan di panel My Ad Center, pengguna kini bisa melihat bagian bertajuk "How this ad was made" yang mengungkap apakah sebuah iklan dibuat atau diedit menggunakan AI generatif. Langkah ini merupakan respons terhadap meningkatnya kekhawatiran akan manipulasi media di ranah periklanan.
Sistem pelabelan ini membedakan asal tools yang digunakan. Jika iklan dibuat menggunakan tools AI milik Google sendiri—seperti yang terintegrasi di platform periklanan mereka—maka label akan muncul secara otomatis tanpa perlu tindakan dari pengiklan.
Sementara itu, untuk iklan yang memanfaatkan tools AI dari pengembang lain, Google menyediakan kontrol toggle di My Ad Center. Namun, berdasarkan pernyataan resmi Google, pengaktifan fitur ini bersifat sukarela (opt-in), bukan kewajiban. Di beberapa wilayah dengan regulasi lokal yang ketat, mengaktifkan toggle ini bisa membuat label terkait penggunaan AI muncul pada iklan.
Bagi pembeli, kejelasan soal kapan sebuah materi iklan telah dimanipulasi menjadi krusial. Google menekankan hal ini dalam pengumuman resminya: "Kami ingin membantu orang lebih memahami iklan yang mereka lihat, sambil menyediakan alat yang mudah bagi pengiklan untuk menavigasi standar industri yang terus berkembang."
Tanpa label, konsumen bisa kesulitan membedakan antara gambar produk asli dengan hasil generasi AI yang mungkin tidak merepresentasikan kondisi sebenarnya. Ini terutama krusial untuk iklan properti, makanan, atau kosmetik di mana visual sangat memengaruhi keputusan pembelian.
Pengguna internet di Indonesia yang sering berinteraksi dengan iklan Google di Search, YouTube, dan Discover akan mulai melihat perubahan ini secara bertahap. Meskipun belum ada regulasi spesifik dari Kominfo yang mewajibkan pelabelan AI pada iklan komersial, langkah Google bisa menjadi preseden bagi platform lain.
Bagi pengiklan lokal yang menggunakan AI generatif untuk membuat materi promosi—misalnya untuk menghasilkan gambar produk atau menulis teks iklan—disarankan untuk mulai membiasakan diri mengaktifkan toggle transparansi, terutama jika menargetkan audiens yang sadar teknologi.
Ke depannya, Google mengindikasikan akan terus memperbarui kebijakan ini seiring dengan perkembangan standar industri dan regulasi di berbagai negara. Bagi konsumen, fitur My Ad Center bisa diakses langsung dari akun Google masing-masing untuk melihat label "How this ad was made" pada iklan yang muncul.