Stok Beras Bulog di Lebak dan Pandeglang Melimpah 25 Ribu Ton, Diserap dari Petani Lokal Hingga Juni 2026

Penulis: Endra Sanjaya  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 13:23:51 WIB
Stok beras Bulog Lebak dan Pandeglang mencapai 25 ribu ton hasil panen petani lokal hingga Juni 2026.

LEBAK — Perum Bulog Cabang Lebak dan Pandeglang memastikan stok beras di dua wilayah aman dengan total persediaan mencapai 25 ribu ton. Kepala Perum Bulog Cabang Lebak dan Pandeglang Muhammad Syaukani menyebut stok tersebut berasal dari hasil panen petani lokal yang terus diserap sejak 2025 hingga 2026.

"Kita hingga kini masih melakukan penyerapan gabah di sejumlah daerah yang memasuki musim panen," kata Syaukani di Lebak, Banten, Minggu.

Penyerapan Gabah Tembus 40.000 Ton, Lampaui Target

Syaukani menjelaskan, penyerapan gabah kering pungut (GKP) dari petani hingga Juni 2026 mencapai 40.000 ton. Angka itu melebihi target sebesar 103 persen dari 37.500 ton yang ditetapkan sebelumnya.

Stok beras yang melimpah ini digunakan untuk memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP). Selain itu, beras juga didistribusikan untuk bantuan pangan serta Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Beras SPHP Disalurkan ke Pasar dan Gerakan Pangan Murah

Pendistribusian bantuan pangan yang digulirkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan disalurkan mulai akhir Juli hingga Desember 2026 mendatang. Sementara itu, beras SPHP dijual ke toko, pasar tradisional, Gerakan Pangan Murah (GPM) instansi TNI, Polri, Dinas Ketahanan Pangan (DKP), dan Rumah Pangan Kita (RPK).

Untuk mendapatkan beras SPHP dari Bulog, calon pembeli harus memenuhi sejumlah persyaratan. Syarat itu meliputi KTP, NPWP, NIB, serta toko yang dilengkapi visual.

Kualitas Beras Lokal Rebutan Pedagang Jakarta dan Jabar

Menurut Syaukani, kualitas dan mutu beras dari petani lokal cukup baik. Kondisi itu membuat beras asal Lebak dan Pandeglang menjadi rebutan pedagang besar dari Jakarta dan Jawa Barat.

"Kami menjamin persediaan beras melimpah dan relatif aman untuk kebutuhan konsumsi masyarakat," ujarnya.

Pihaknya memastikan persediaan beras tetap melimpah meski menghadapi musim kemarau atau El Nino. Sebab, panen di sejumlah daerah masih berlangsung hingga saat ini.

"Kita hingga kini terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras hingga akhir tahun," kata Syaukani.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top