Dalam tradisi Jawa, weton tidak hanya digunakan untuk menghitung jodoh atau hari baik, tetapi juga dipercaya dapat menggambarkan watak dan kepribadian seseorang. Kepercayaan ini tertuang dalam kitab primbon dan masih dipelajari sebagian masyarakat hingga kini.
Setiap kombinasi hari dan pasaran dalam kalender Jawa dipercaya memiliki karakter khas yang membedakannya satu sama lain, mulai dari sifat pemimpin, penyabar, hingga pekerja keras.
Meski demikian, karakter seseorang dalam kehidupan nyata tentu dibentuk oleh banyak faktor, seperti pola asuh dan lingkungan, sehingga primbon lebih tepat dipandang sebagai referensi budaya, bukan penentu mutlak.
Weton dengan hari Senin dipercaya melahirkan pribadi yang tenang dan penuh pertimbangan, sementara weton dengan hari Selasa sering dikaitkan dengan sifat berani dan tegas dalam mengambil keputusan.
Sementara itu, weton dengan pasaran Legi dipercaya membawa sifat ramah dan mudah bergaul, sedangkan pasaran Kliwon sering dikaitkan dengan kepekaan batin dan sifat yang lebih tertutup namun mendalam.
Kombinasi hari dan pasaran inilah yang kemudian dipadukan dalam primbon untuk menggambarkan watak seseorang secara lebih spesifik, misalnya Senin Legi yang dipercaya membawa sifat tenang sekaligus mudah disukai.
Terlepas dari kebenarannya secara ilmiah, kepercayaan seputar watak berdasarkan weton ini tetap menjadi bagian dari kekayaan budaya Jawa yang menarik dipelajari sebagai warisan leluhur.