Rupiah Terus Terperosok ke Rp18.109,7, Dolar AS Makin Perkasa di Tengah Tekanan Global

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 08:40:31 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat di level Rp18.109,7 pada sesi perdagangan pagi ini.

BANTEN — Pelemahan ini membuat rupiah kian menjauh dari level psikologis Rp18.000. Mata uang Garuda belum berhasil kembali ke kisaran Rp17.900. Sepanjang sesi perdagangan pagi, pergerakan rupiah tercatat dalam rentang Rp18.045,3 hingga Rp18.122,7 per dolar AS. Posisi pembukaan sama dengan penutupan sebelumnya, yakni di Rp18.035,6.

Tekanan Berlangsung dalam Jangka Panjang

Pelemahan rupiah bukan fenomena sesaat. Dalam sepekan terakhir, dolar AS menguat 0,68 persen terhadap rupiah. Angka itu membengkak menjadi 1,36 persen dalam sebulan terakhir. Lebih mencengangkan lagi, dalam tiga bulan dolar AS tercatat perkasa 5,93 persen, dan dalam enam bulan mencapai 7,40 persen.

Secara tahunan, depresiasi rupiah tercatat sangat dalam. Data Wise.com menunjukkan dolar AS menguat 11,74 persen terhadap rupiah dalam setahun terakhir. Dalam periode 52 minggu, pasangan mata uang USD/IDR bergerak di rentang Rp16.085 hingga Rp18.197,5 per dolar AS.

Level Rp18.000 Jadi Garis Tahanan Berikutnya

Pasar kini mencermati apakah level Rp18.000 akan bertahan sebagai support psikologis. Jika tekanan berlanjut, bukan tidak mungkin rupiah menguji level tertinggi dalam setahun di Rp18.197,5. Para pelaku pasar dan investor perlu mencermati pergerakan indeks dolar AS serta kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia pekan ini.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS dan data ketenagakerjaan yang solid menjadi katalis utama penguatan dolar global. Rupiah, bersama mata uang emerging market lainnya, menjadi pihak yang paling terpukul dalam situasi ini.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: listrikindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top