7 HP Anak Terbaik 2026: Dari Bark Phone Rp 3,9 Juta sampai Tin Can Rp 1,6 Juta

Penulis: Endra Sanjaya  •  Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:21:01 WIB
Bark Phone menawarkan kontrol bertahap bagi orang tua untuk memantau aktivitas digital anak dengan harga mulai Rp 3,9 juta.

BANTEN — Bark Phone dibangun di atas hardware Samsung Galaxy dan ditenagai software pemantauan Bark. Perangkat ini hanya mengizinkan panggilan dan SMS ke kontak yang disetujui.

Sistem Bark secara otomatis memindai teks, email, foto, dan aplikasi untuk mendeteksi indikasi cyberbullying, grooming, pikiran bunuh diri, atau konten seksual. Orang tua mendapat notifikasi jika ada potensi masalah.

Fitur unggulannya adalah kontrol bertahap: orang tua bisa membuka akses browsing, aplikasi, dan fitur lain seiring anak bertambah dewasa. Harga HP standar mulai Rp 3,9 juta (USD 240), ditambah paket data wajib mulai Rp 478.000 per bulan (USD 29).

Gabb: Eliminasi Risiko Online Total

Berbeda dengan Bark, Gabb lebih fokus menghilangkan risiko daring daripada memonitornya. HP ini tidak memiliki media sosial, browser, atau toko aplikasi.

Anak hanya bisa menelepon, mengirim SMS, dan menggunakan aplikasi bawaan pilihan seperti kamera, kalender, dan kalkulator. Gabb juga menyediakan pustaka streaming musik "bebas khawatir" dengan jutaan lagu.

Fitur opsional "Gabb Guard" membantu memblokir panggilan spam dan SMS yang tidak diinginkan. Harga HP mulai Rp 2,6 juta (USD 159,99), dengan layanan seluler mulai Rp 412.000 per bulan (USD 24,99).

Pinwheel: Mode Harian dan Telepon Rumah Khusus Anak

Pinwheel memberi orang tua kendali penuh: menyetujui setiap aplikasi, mengontrol kontak, menjadwalkan screen time, dan memantau riwayat lokasi. Fitur paling menonjol adalah pembuatan "mode" berbeda sepanjang hari.

Contohnya, batasi HP hanya untuk panggilan dan navigasi selama jam sekolah, lalu buka fitur tambahan setelah PR selesai. Harga HP Pinwheel mulai Rp 1,9 juta (USD 119), dengan langganan portal orang tua mulai Rp 247.000 per bulan (USD 14,99) di luar biaya seluler.

Perusahaan ini baru meluncurkan dua telepon rumah tetap (landline) seharga Rp 1,1 juta dan Rp 1,3 juta (USD 68 dan 79), serta smartwatch Rp 2,6 juta (USD 160).

Teracube Thrive dan Ooma MyPhone: Dua Pendekatan Berbeda

Teracube Thrive hadir dengan sistem operasi Android khusus bernama Thrive OS. Orang tua bisa menyetujui setiap unduhan aplikasi, menyaring browsing web, menetapkan batas waktu layar per aplikasi, dan memantau lokasi. Karena fiturnya lebih mirip smartphone biasa, perangkat ini lebih direkomendasikan untuk anak yang lebih besar. Harga Thrive Rp 1,6 juta (USD 99), dengan paket data mulai Rp 577.000 per bulan (USD 35).

Sementara itu, Ooma MyPhone bukan HP seluler, melainkan telepon rumah modern pengganti saluran tetap tradisional. Fitur Trusted Circle hanya mengizinkan panggilan ke kontak yang disetujui, plus jam hening terjadwal, layanan 911 berbasis alamat, dan notifikasi darurat saat 911 dihubungi. Harga perangkat Rp 1,6 juta (USD 99,99), dengan layanan mulai Rp 131.000 per bulan (USD 7,99).

Tin Can: Telepon Rumah Unik dengan Desain Kaleng

Tin Can dijual seharga Rp 1,6 juta (USD 100) dengan desain khas menyerupai kaleng. Perangkat ini tidak memerlukan jack telepon karena terhubung melalui Wi-Fi.

Hanya kontak yang disetujui yang bisa menelepon, sehingga spam atau komunikasi tak diinginkan otomatis terblokir. Orang tua mengelola kontak melalui aplikasi pendamping. Tersedia paket gratis untuk panggilan antar sesama pengguna Tin Can, serta paket Rp 164.000 per bulan (USD 9,99) untuk panggilan ke semua kontak yang disetujui.

Bagi orang tua Indonesia yang mencari alternatif smartphone untuk anak, pilihan terbentang dari perangkat termonitor penuh seperti Bark Phone hingga telepon rumah minimalis seperti Tin Can. Pertimbangan utama adalah usia anak, kebutuhan komunikasi, dan sejauh mana orang tua ingin terlibat dalam pemantauan digital sehari-hari.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top