PANDEGLANG — Lahan pertanian seluas 1.500 hektare di pesisir utara Pandeglang baru saja memasuki masa panen. Ribuan petani yang tergabung dalam Brigade Pangan Bhakti Bela Negara menikmati hasil kerja keras mereka di tengah gencarnya program ketahanan pangan nasional.
Andrasoni menegaskan sektor pertanian merupakan pilar utama pembangunan ekonomi Banten. Ia meminta kolaborasi semua pemangku kepentingan terus diperkuat agar produksi pangan meningkat signifikan.
"Sektor pertanian merupakan salah satu pilar penting perekonomian Banten. Karena itu, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar produksi pangan semakin meningkat dan target swasembada pangan nasional dapat tercapai," ujar Andrasoni di sela kegiatan, Kamis (30/7).
Tidak hanya padi, momen ini sekaligus menjadi titik awal gerakan tanam jagung hibrida PS-08. Komoditas ini dinilai krusial sebagai penopang ketahanan pangan nasional di luar beras.
Wakil Bupati Pandeglang H. Iing Andri Supriadi menyebut pertanian adalah tulang punggung ekonomi warganya. Pihaknya berkomitmen memperkuat sektor ini lewat penyediaan sarana prasarana, pendampingan petani, serta adopsi teknologi modern yang ramah lingkungan.
Penerapan sistem organik di lahan seluas itu bukan tanpa alasan. Selain menghasilkan pangan lebih sehat, metode ini meningkatkan nilai tambah hasil panen, menjaga kesuburan tanah, dan mendukung kelestarian lingkungan.
Keberhasilan panen raya ini juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemerintah Kabupaten Pandeglang berharap kegiatan serupa berkelanjutan sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan.
"Panen raya ini merupakan hasil kerja keras para petani yang patut kita apresiasi. Pemerintah Kabupaten Pandeglang akan terus mendukung pengembangan sektor pertanian agar produktivitas meningkat, kesejahteraan petani terangkat, dan ketahanan pangan semakin kuat," kata Iing.
Kegiatan yang berlangsung di Markas Besar Brigade Pangan Bhakti Bela Negara, Jalan Raya Carita, ini dihadiri unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, dan kelompok tani. Kehadiran lintas institusi itu menunjukkan percepatan produksi pangan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.
Dengan potensi lahan yang luas, Pandeglang diharapkan semakin berperan sebagai lumbung pangan Provinsi Banten. Kontribusi nyata dari kabupaten paling barat Pulau Jawa ini menjadi bagian penting dari cita-cita swasembada pangan yang digaungkan pemerintah pusat melalui visi Asta Cita.
"Sinergi antara pemerintah, petani, TNI-Polri, dan berbagai pemangku kepentingan diyakini akan memperkuat posisi Provinsi Banten sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional," terang Iing.
Ke depan, pemerintah kabupaten akan fokus pada pendampingan intensif dan pemanfaatan teknologi pertanian modern. Targetnya jelas: produktivitas naik, kesejahteraan petani membaik, dan lumbung pangan nasional semakin kokoh.