BANTEN — Laga Grup A Piala AFF 2026 ini bakal menentukan langkah kedua tim menuju semifinal. Timnas Indonesia datang dengan modal percaya diri tinggi usai membantai Kamboja 5-1 dan menekuk Timor Leste 3-0. Sementara itu, Vietnam yang merupakan juara bertahan justru kehilangan ritme setelah hanya bermain imbang 0-0 melawan Singapura, Jumat (31/7/2026) lalu.
Media Vietnam, Soha, menilai kebuntuan skuat asuhan Kim Sang-sik saat melawan Singapura bukan semata-mata kesalahan para penyerang dalam penyelesaian akhir. Meski unggul penguasaan bola 54 persen berbanding 46 persen, serangan Vietnam mudah dipatahkan oleh disiplin tinggi pertahanan Singapura.
"Jika diamati lebih cermat, masalahnya bukan terletak pada penyelesaian akhir," tulis Soha, Minggu (2/8/2026). Laporan itu menyoroti performa lini tengah dan pertahanan yang goyah. Nama-nama seperti Hoang Duc dan Quang Hai yang tampil apik lawan Timor Leste, justru kehilangan sentuhan. Bahkan, lini belakang disebut nyaris dihukum andai penyerang Singapura lebih klinis memanfaatkan peluang.
Soha menegaskan perbedaan mendasar antara tim yang hanya bisa tampil gemilang sekali dan tim yang tahu cara memenangkan laga sulit. "Lihat Thailand, yang menghadapi banyak kesulitan saat melawan Malaysia, tapi ketangguhan mereka tetap terbukti ampuh dan membawa mereka meraih kemenangan 2-0," tegas media tersebut.
Pertanyaan besarnya kini, akankah Timnas Indonesia lebih kejam dari Singapura? Soha menilai skuat Garuda memiliki gaya main yang kontras dengan pendekatan defensif Singapura. Pelatih Kim Sang-sik dinilai harus menyiapkan antisipasi terhadap kecepatan dan transisi cepat yang menjadi senjata utama pasukan tuan rumah.
"Indonesia memiliki banyak pemain dengan kecepatan, stamina, dan kemampuan transisi yang luar biasa. Mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga siap melancarkan serangan balik begitu berhasil merebut bola," tulis Soha dalam analisisnya. Jika Vietnam lambat membangun serangan, peluang Indonesia untuk mencuri gol terbuka lebar.
Vietnam sejatinya masih memegang kendali penuh atas peluang lolos ke semifinal. Syaratnya sederhana: taklukkan Indonesia dan menang atas Kamboja di laga pamungkas. Namun, catatan Soha mengingatkan bahwa juara bertahan tidak bisa hanya mengandalkan satu atau dua pemain bintang.
Tekanan psikologis pasca hasil buruk melawan Singapura menjadi pekerjaan rumah terbesar Kim Sang-sik. Konsistensi sepanjang turnamen adalah harga mati, sesuatu yang belum diperlihatkan Vietnam di edisi kali ini. Di sisi lain, Timnas Indonesia yang tengah dalam performa terbaik dan bermain di hadapan pendukung sendiri, jelas tak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk memastikan tiket ke babak empat besar.