KABUPATEN TANGERANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengerjakan rekonstruksi dua ruas jalan strategis di wilayah utara, yakni Ceplak–Penjamuran dan Penjamuran–Kronjo. Proyek ini ditargetkan selesai dalam 150 hari kalender atau sekitar lima bulan ke depan.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan, total panjang ruas yang direkonstruksi mencapai lebih dari 11 kilometer, membentang dari kawasan Pasar Ceplak hingga perbatasan Tugu Kronjo. Pekerjaan fisik dimulai setelah proses peletakan batu pertama pada Senin (3/8).
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, membeberkan rincian teknis pengerjaan. Untuk ruas Ceplak–Penjamuran yang membentang 9,27 kilometer, rekonstruksi tahun ini menyasar segmen 1 hingga 7 dengan panjang 5,19 kilometer.
Dengan pengerjaan tersebut, kondisi jalan mantap di ruas itu meningkat dari sebelumnya 3,9 kilometer menjadi 9,09 kilometer. Artinya, hanya tersisa sekitar 0,18 kilometer ruas yang belum tertangani.
Sementara pada ruas Penjamuran–Kronjo sepanjang 2,34 kilometer, pemerintah mengerjakan rekonstruksi segmen 1 hingga 2 sepanjang 0,93 kilometer. Tambahan ini membuat jalan mantap di ruas tersebut bertambah dari 0,91 kilometer menjadi 1,84 kilometer, dengan sisa pekerjaan sekitar 0,5 kilometer.
Maesyal menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas tahunan pemerintah daerah, menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Dia berharap perbaikan dapat berkelanjutan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.
“Hari ini kita melakukan peletakan batu pertama perbaikan atau rekonstruksi jalan dari Pasar Ceplak sampai ke perbatasan Tugu Kronjo dengan panjang lebih dari 11 kilometer,” ujarnya dalam sambutan.
Dia juga meminta pelaksana dan pengawas proyek bekerja secara profesional. Targetnya, pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan menghasilkan kualitas jalan yang optimal.
Maesyal menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi gangguan arus lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung. Imbauan ini disampaikan mengingat ruas tersebut merupakan jalur penghubung antarwilayah di Kecamatan Kronjo dan sekitarnya.
Proyek ini merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur jalan secara bertahap di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang. Sebelumnya, Pemkab juga telah memulai pembangunan ruas Pakuhaji–Sepatan serta sejumlah ruas jalan di Kecamatan Pasar Kemis dan wilayah lainnya.
Iwan menambahkan, pembangunan ini menjadi komitmen daerah dalam memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan membaiknya konektivitas, distribusi barang dan jasa dari kawasan utara Tangerang diharapkan semakin efisien.