SERANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, Provinsi Banten, menggencarkan program pemberian suplemen dan vitamin bagi remaja putri sebagai langkah pencegahan anemia. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu pemicu tingginya risiko kematian ibu, terutama saat kehamilan muda atau proses persalinan.
Kepala Dinkes Kabupaten Serang Efrizal mengungkapkan, dalam enam bulan pertama tahun ini saja, sudah ada 11 kasus kematian ibu yang tercatat. Jumlah tersebut memang masih di bawah batas target yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni 39 kasus, namun upaya pencegahan terus diperkuat agar tidak ada lagi korban jiwa.
Efrizal menyoroti pola konsumsi anak-anak dan remaja yang kini cenderung memilih makanan cepat saji dan kurang mengonsumsi sayur. Akibatnya, asupan gizi harian tidak maksimal sehingga membutuhkan intervensi berupa suplemen tambahan.
"Yang kami prihatinkan saat ini adalah kelompok remaja putri. Banyak remaja usia SMA ke bawah yang enggan mengonsumsi vitamin karena takut gemuk," ujar Efrizal di Serang, Rabu.
Padahal, lanjut dia, vitamin tidak menyebabkan kegemukan dan justru penting untuk mencegah anemia. Kondisi fisik yang belum matang serta riwayat anemia menjadi sangat berbahaya apabila remaja tersebut memutuskan menikah di usia muda.
Ketidaksiapan fisik ini kerap berujung pada pendarahan yang menyebabkan kematian saat hamil muda atau ketika proses persalinan berlangsung. Untuk itu, Dinkes Kabupaten Serang tidak hanya mengandalkan program pemberian vitamin, tetapi juga memperkuat koordinasi lintas sektoral.
Dinkes menggandeng Kantor Urusan Agama (KUA), pihak sekolah, hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam upaya pencegahan ini. Kolaborasi tersebut bertujuan memberikan edukasi kesehatan dan pemahaman mengenai besarnya risiko yang ditimbulkan dari pernikahan di bawah umur.
Melalui edukasi yang menyasar orang tua dan calon pengantin, diharapkan kesadaran akan pentingnya kesehatan reproduksi meningkat. Program pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri pun diwajibkan sebagai bagian dari antisipasi jangka panjang.