BANTEN — Bencana hidrometeorologi yang menerjang Filipina sejak akhir pekan lalu menimbulkan korban jiwa yang tersebar di sejumlah wilayah. Asisten Sekretaris Kantor Pertahanan Sipil Laurence Mina melaporkan, penyebab kematian para korban bervariasi, mulai dari tertimbun tanah longsor, tertimpa runtuhan batu dan pohon tumbang, hingga sengatan listrik serta tenggelam.
“Sebanyak 11 warga lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat bencana alam tersebut,” kata Mina sebagaimana dikutip dari laporan Manila Times, Senin (10/8).
Badan penanggulangan bencana setempat mencatat hampir 586.000 orang terdampak langsung oleh kombinasi siklon tropis dan angin muson. Angka tersebut mencerminkan skala kerusakan yang signifikan, melumpuhkan aktivitas warga di wilayah pesisir dan dataran rendah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.866 orang telah dievakuasi secara preventif di Wilayah I, III, Calabarzon, dan Mimaropa. Ribuan warga lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat mereka karena rumahnya terendam atau rusak akibat material longsor.
Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap delapan warga yang dilaporkan hilang. Operasi penyelamatan difokuskan di area yang sulit dijangkau akibat akses jalan terputus oleh material longsor dan genangan air.
Petugas juga terus mendistribusikan bantuan logistik berupa makanan siap saji dan air bersih ke pusat-pusat evakuasi. Pemerintah Filipina mengerahkan personel tambahan untuk mempercepat proses evakuasi di daerah dengan risiko longsor susulan yang tinggi.
Siklon tropis Kujira dan Dolphin tercatat melintasi bagian utara dan tengah Filipina dalam waktu berdekatan, memperkuat curah hujan yang dibawa oleh angin muson barat daya. Kondisi ini memperparah genangan di wilayah perkotaan dan memicu pergerakan tanah di kawasan perbukitan.
Hingga berita ini diturunkan, otoritas setempat masih melakukan pendataan final terkait kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.