Wartawan Cilegon Azharudin Salim Regar Lanjutkan S2 di UIN SMH Banten, Beberkan Alasan Tak Kejar Status ASN

Penulis: Endra Sanjaya  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:17:31 WIB
Azharudin Salim Regar, wartawan Cilegon, memilih melanjutkan studi S2 di UIN SMH Banten pada program Islam Interdisipliner.

CILEGON — Azharudin Salim Regar, seorang wartawan dan aktivis sosial asal Cilegon, memutuskan melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 di UIN SMH Banten. Pilihan program studinya jatuh pada Islam Interdisipliner di Pascasarjana, sebuah langkah yang ia nilai strategis untuk memperdalam analisis persoalan kemasyarakatan.

Keputusan ini tidak lepas dari latar belakang hidupnya yang jauh dari kata cukup. Azharudin tumbuh dari keluarga sederhana; ibunya berjualan pakaian, sementara sang ayah bekerja sebagai pekerja proyek. Sebelum berkutat di dunia tulis-menulis dan organisasi, ia sempat mencoba peruntungan sebagai pedagang patung lumba-lumba.

Alasan Menolak Patokan Sukses Ala ASN

Dorongan untuk terus sekolah sebenarnya datang dari keluarga yang menginginkan Azharudin memiliki masa depan lebih mapan, bahkan sempat berharap ia menjadi aparatur sipil negara (ASN). Namun, pria yang akrab disapa Azhar ini punya pandangan berbeda tentang arti kesuksesan.

“Keluarga memang berharap saya menjadi ASN, tetapi menurut saya sukses itu bukan hanya soal status pekerjaan. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memberikan manfaat bagi keluarga sendiri, dan kalau bisa lebih luas lagi kepada masyarakat,” ujarnya kepada Fakta Banten, Rabu (12/8/2026).

Kiprah Organisasi dan Alasan Pilih Islam Interdisipliner

Laki-laki yang berlatar belakang pendidikan Sejarah Peradaban Islam ini bukan wajah baru di dunia kemahasiswaan dan sosial. Ia tercatat pernah memimpin di Ikatan Mahasiswa Cilegon, menjadi pengurus HMI Komisariat Ushada, hingga dipercaya sebagai Wakil Ketua IKAHIMSI (Ikatan Himpunan Mahasiswa Sejarah Indonesia).

Jejaknya juga menempel di Koperasi Mahasiswa Al-Hikmah UIN SMH Banten sebagai pengawas. Kini, di luar kampus, ia aktif di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), dan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).

Ketertarikan pada dunia jurnalistik yang membawanya berinteraksi dengan banyak kalangan justru membuatnya sadar akan pentingnya kapasitas intelektual. Ia menilai, ilmu pengetahuan yang ia kumpulkan selama ini harus bermuara pada aksi nyata membangun sumber daya manusia (SDM), khususnya di Cilegon dan Banten.

“Saya dibesarkan dalam aktivitas sosial. Saya melihat masih banyak hal yang perlu ditingkatkan, terutama kualitas SDM. Karena itu saya ingin terus belajar, mengembangkan ilmu, dan mudah-mudahan bisa berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.

Termotivasi Senior dan Target Setelah Lulus

Azhar mengaku tak berjalan sendiri. Sejumlah senior dan sahabat yang konsisten mengembangkan keilmuan dan membimbing generasi muda menjadi motivasi terbesarnya. Ia pun berharap dapat meniru jejak mereka setelah menyelesaikan studi.

“Saya ingin ilmu yang dipelajari tidak berhenti di ruang kelas, tetapi bisa diterapkan dalam kehidupan nyata dan memberikan dampak positif bagi orang lain,” pungkasnya.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: faktabanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top