BMKG Prakirakan Hujan Guyur Serang dan Sejumlah Wilayah Banten pada Minggu, Waspadai Gelombang Laut 4 Meter

Penulis: Aditya Nugraha  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:49:32 WIB
Ilustrasi prakiraan cuaca BMKG di Serang, Banten.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan berpotensi mengguyur Serang, Banten, pada Minggu, seiring munculnya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia sebelah barat Aceh. Sirkulasi itu membentuk daerah perlambatan dan pertemuan angin yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan. BMKG juga memperingatkan gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter di Samudera Hindia sebelah selatan Banten hingga Nusa Tenggara Barat.

SERANG — Prakirawan BMKG, Vita, menyampaikan prakiraan cuaca tersebut dalam siaran resmi yang dipantau dari Jakarta. Hujan ringan diprakirakan terjadi di Serang bersamaan dengan Bandung, Semarang, dan Mataram. Sejumlah kota lain di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara justru diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal, termasuk Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Kupang.

Sirkulasi Siklonik di Samudera Hindia Picu Pertumbuhan Awan Hujan

Sirkulasi siklonik yang terpantau di Samudera Hindia sebelah barat Aceh menjadi pemicu utama pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Sirkulasi itu membentuk daerah perlambatan angin dan pertemuan angin di sekitarnya.

"Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi tersebut," kata Vita.

Meski begitu, BMKG menegaskan cuaca kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Hujan lebat tetap dapat terjadi secara lokal di tengah kondisi kering tersebut.

Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Banten

Bagi masyarakat yang beraktivitas di laut, BMKG memprakirakan angin di wilayah Indonesia umumnya bertiup dengan kecepatan 6 hingga 26 knot. Gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia sebelah barat Bengkulu dan Lampung serta Samudera Hindia sebelah selatan Banten hingga Nusa Tenggara Barat.

Peringatan itu relevan bagi nelayan dan operator kapal yang melintasi perairan selatan Banten. BMKG mengimbau pengguna jasa transportasi laut menyesuaikan jadwal dengan kondisi gelombang.

Potensi Hujan Petir dan Kabut Asap di Wilayah Lain

Di Sumatera, hujan sedang berpotensi terjadi di Padang, sedangkan hujan ringan diprakirakan mengguyur Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, dan Bengkulu. Untuk wilayah Kalimantan, BMKG memperingatkan potensi hujan petir di Tanjung Selor dan hujan ringan di Pontianak.

Palangka Raya dan Banjarmasin berpotensi mengalami asap atau kabut, sementara Samarinda udara kabur. Di wilayah Sulawesi, hujan ringan berpotensi terjadi di Mamuju, sedangkan Gorontalo, Manado, Makassar, dan Kendari diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal.

Untuk Maluku dan Papua, hujan ringan berpotensi terjadi di Manokwari dan Jayapura. Kondisi berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Ternate, Jayawijaya, dan Merauke.

Peringatan Awan Kumulonimbus bagi Pengguna Transportasi Udara

BMKG mengingatkan pengguna transportasi udara untuk mewaspadai keberadaan awan hujan atau kumulonimbus di sejumlah wilayah. Wilayah tersebut meliputi Sumatera bagian utara hingga tengah, Samudera Hindia sebelah barat Sumatera, Selat Malaka bagian utara dan tengah, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, serta Papua Pegunungan.

Awan kumulonimbus dikenal berbahaya bagi penerbangan karena dapat memicu turbulensi dan perubahan arah angin mendadak. Maskapai diminta memantau pembaruan cuaca sebelum keberangkatan.

Imbauan BMKG untuk Warga Banten

BMKG mengimbau masyarakat menyesuaikan aktivitas dan perjalanan dengan kondisi cuaca. Pemantauan informasi terbaru dapat dilakukan melalui kanal resmi BMKG.

Warga Banten yang hendak beraktivitas di luar ruangan disarankan menyiapkan perlindungan dari hujan. Bagi nelayan di pesisir selatan Banten, pengecekan tinggi gelombang menjadi langkah penting sebelum melaut.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top