Wastetrap Banksasuci Jerat 30 Persen Sampah Cisadane, 84 Persen Cemaran dari Sampah Domestik

Penulis: Endra Sanjaya  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 13:02:01 WIB
Instalasi wasetrap Banksasuci menjerat sampah di Sungai Cisadane agar tidak mengalir ke kawasan perkotaan.

TANGERANG — Koordinator Banksasuci Foundation, Ade Yunus, mengatakan instalasi wasetrap berfungsi menjerat sampah di Sungai Cisadane agar tidak mengalir ke kawasan perkotaan hingga berakhir di muara. Sampah yang terjerat kemudian diangkut, dipilah, dan diolah untuk dikelola oleh Banksasuci. Menurut Ade, tidak ada sampah hasil jeratan yang dibuang ke TPA.

84 Persen Cemaran Cisadane Berasal dari Sampah Domestik

Ade menambahkan bahwa pencemaran sumber air di DAS Cisadane disebabkan oleh sampah yang dibuang ke sungai. Dari temuan itu, 84 persennya berasal dari sampah domestik.

Sebagian besar sampah domestik yang ditemukan di Cisadane berupa sampah plastik. Rinciannya, 29,5 persen kantong plastik atau kresek dan 28,7 persen botol plastik.

Komposisi berikutnya adalah 16,8 persen plastik kemasan dan 5,5 persen sampah organik. Sisanya berupa stereform, sandal, sepatu, kasur, bantal, dan jenis sampah lainnya.

Edukasi Perubahan Perilaku Jadi Tantangan Terberat

Menurut Ade, tantangan sesungguhnya bukanlah membersihkan sampah di Sungai Cisadane. Persoalan yang jauh lebih berat adalah melakukan edukasi komunikasi perubahan perilaku masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran, kali, dan sungai.

"Membersihkan sampah di Sungai memang berat, namun jauh lebih berat tantangannya adalah melakukan komunikasi perubahan perilaku terhadap masyarakat, harus konsisten dan berkelanjutan, sehingga sampah di Sungai bisa diminimalisir," kata Ade.

Ia menilai upaya komunikasi itu harus berjalan terus-menerus tanpa putus. Tanpa konsistensi, sampah yang masuk ke sungai sulit ditekan meski alat pencegat sudah terpasang.

Banksasuci Dorong Kolaborasi Pentahelix Pelestarian Cisadane

Ade berharap kolaborasi Pentahelix dalam pelestarian Sungai Cisadane dapat terwujud bersama seluruh pemangku kepentingan terkait. Ia menyebut pelestarian sungai sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

"Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, Pelestarian Sungai Cisadane sebagai air baku dan sumber kehidupan masyarakat adalah tanggung jawab bersama, tidak bisa dilakukan secara parsial dan sporadis butuh sinergi dan kolaborasi Pentahelix," ujarnya.

Sungai Cisadane sendiri berperan sebagai sumber air baku bagi masyarakat di kawasan Tangerang dan sekitarnya. Karena itu, penanganan sampah di aliran sungai dinilai perlu melibatkan pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, dan media secara bersamaan.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: tangerangpos.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top