Pondok Mancing Cukanggalih di Curug Tangerang, Melepas Penat dengan Paket Rp50.000 dan Ikan Nila Segar

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:32:01 WIB
Pengunjung memancing di kolam Pondok Mancing Cukanggalih, Curug, Kabupaten Tangerang.

CURUG — Berada di Jalan Padat Karya RT 02/01, Curugkulon, Kecamatan Curug, Pondok Mancing Cukanggalih menjadi pilihan wisata akhir pekan yang tidak mengharuskan warga Kabupaten Tangerang masuk ke pusat perbelanjaan. Kolam pemancingan ini berdiri di samping lapangan CG Mini Soccer, sehingga mudah ditemukan pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

Empat kolam yang tersedia diisi ikan nila dan gurame. Sistem yang dipakai adalah pemancingan kiloan, artinya biaya ikan yang dibawa pulang dihitung berdasarkan jenis dan berat tangkapan, bukan per ekor.

Paket Rp50.000 untuk Pemancing Pemula

Pengunjung yang belum memiliki peralatan bisa mengambil paket Rp50.000. Isinya mencakup sewa joran, umpan, minuman, dan kuota hasil pancingan setara satu kilogram ikan nila.

Jika yang tersangkut adalah gurame, pengelola mengenakan tambahan Rp15.000. Selisih ini masuk akal karena harga gurame di pasaran umumnya lebih tinggi dibanding nila.

Bagi yang sudah punya joran sendiri, pilihannya lebih hemat. Cukup membeli umpan seharga Rp5.000, lalu mulai melempar kail ke kolam.

Hasil Tangkapan Bisa Langsung Dibakar di Tempat

Ikan yang berhasil dipancing tidak harus dibawa pulang mentah. Pengunjung bisa meminta hasil tangkapannya dimasak atau dibakar di tempat dengan biaya jasa pengolahan sekitar Rp40.000 per kilogram.

Layanan ini praktis bagi keluarga yang ingin langsung makan bersama setelah puas memancing. Meja-meja di area kafe menjadi tempat menikmati hidangan tersebut.

Hitung Biaya Tambahan Sebelum Pulang

Tangkapan yang melewati kuota paket dikenakan tarif tambahan. Untuk ikan nila, biayanya Rp40.000 per kilogram, sedangkan gurame Rp55.000 per kilogram.

Karena itu, pengunjung sebaiknya memperkirakan berapa banyak ikan yang akan dibawa pulang sejak awal. Terutama jika datang berkelompok dan berniat membagi hasil tangkapan.

Bukan Sekadar soal Jumlah Ikan

Daya tarik pemancingan kiloan seperti Cukanggalih tidak semata diukur dari berapa ekor ikan yang berhasil ditaklukkan. Ada jeda dari rutinitas, obrolan yang mengalir di pinggir kolam, dan kesenangan sederhana ketika pelampung bergerak.

Bagi anak-anak, pengalaman melihat ikan menyambar umpan menjadi hiburan tersendiri. Orang dewasa pun mendapat alasan untuk sejenak menjauh dari layar ponsel dan kesibukan harian.

Pondok Mancing Cukanggalih disebut buka setiap hari pukul 08.00–22.00 WIB. Sebelum berangkat, ada baiknya pengunjung memastikan kembali tarif paket, biaya tambahan, dan jam operasional kepada pengelola agar perhitungan pengeluaran tidak meleset saat tiba di lokasi.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: jejakkata.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top