KABUPATEN TANGERANG — Ketua IPK Indonesia Wilayah Banten, Sake Pramawisakti, mengatakan regenerasi kepengurusan bukan sekadar pergantian formalitas. Ia menyebut momentum ini harus dimanfaatkan untuk merespons lonjakan kebutuhan layanan kesehatan mental di tengah masyarakat.
“IPK Indonesia baru berdiri pada 2017, sehingga ini merupakan Muswil kedua di Banten. Agenda utamanya adalah regenerasi kepengurusan untuk periode 2026 hingga 2030,” ujar Sake saat dikonfirmasi di sela acara.
Maskot Badak Arka Safanta dan Tema Sadar Jiwa
Muswil mengusung tema “Pahami Dirimu, Peluk Erat Jiwamu” yang diperkuat maskot badak bernama Arka Safanta. Sake menjelaskan, badak dipilih sebagai simbol ketenangan dan harapan agar masyarakat lebih terbuka terhadap isu kesehatan jiwa.
“Kami ingin menghadirkan ketenangan dan kebahagiaan melalui pelayanan psikolog klinis yang semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.
Menurut Sake, psikolog klinis tidak hanya menangani pasien dengan gangguan mental berat. Mereka juga melakukan promosi kesehatan, pencegahan, pengobatan, hingga rehabilitasi melalui kerja sama dengan instansi pemerintah.
Pemprov Banten: Bukan Sekadar Ganti Pengurus
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menegaskan Muswil tidak boleh berhenti pada pemilihan ketua baru. Ia mendorong organisasi profesi ini mengevaluasi program yang sudah berjalan agar benar-benar menyentuh warga di tingkat bawah.
“Muswil ini bukan sekadar memilih pengurus baru. Ini harus menjadi momentum mengevaluasi program kesehatan jiwa agar benar-benar membumi, berdampak bagi masyarakat, dan memperkuat pelayanan kesehatan di Provinsi Banten,” tegas Ati.
Target Baru: Psikolog Klinis Hingga ke Puskesmas
Pemprov Banten saat ini tengah menyusun rencana kebutuhan tenaga psikolog klinis. Targetnya, layanan psikologi tidak hanya tersedia di rumah sakit, tetapi juga merata hingga ke puskesmas di seluruh kabupaten dan kota.
“Ke depan kami ingin seluruh fasilitas pelayanan kesehatan terintegrasi dengan layanan kesehatan jiwa. Karena itu kami sedang menyusun rencana kebutuhan tenaga psikolog klinis,” ujar Ati.
Saat ini, IPK Wilayah Banten memiliki 291 anggota psikolog klinis. Sebaran terbanyak masih terkonsentrasi di wilayah Tangerang Raya, sementara daerah lain seperti Lebak dan Pandeglang masih kekurangan tenaga.
Apa Saja yang Bisa Ditangani Psikolog Klinis?
Sake menjelaskan, psikolog klinis menangani berbagai persoalan kesehatan jiwa, mulai dari kecemasan, depresi, hingga gangguan psikologis lainnya. Selain memberikan terapi, mereka aktif melakukan edukasi dan pencegahan melalui kerja sama dengan berbagai instansi.
Melalui Muswil II ini, IPK berharap kepengurusan baru mampu memperluas akses layanan kesehatan jiwa bagi masyarakat Banten. Organisasi juga mendorong pemerintah daerah mengalokasikan anggaran khusus untuk program kesehatan mental di setiap wilayah.