TANGERANG — Bupati Maesyal Rasyid mengakui upaya hujan buatan belum bisa dieksekusi lantaran faktor cuaca yang belum mendukung. “Untuk rekayasa hujan, kita terus menunggu dari BMKG. Karena di sini awannya itu sangat tipis, belum bisa diupayakan,” ujarnya saat meninjau lokasi kebakaran, Selasa (8/7/2025).
Helikopter Water Bombing Masih Dikerahkan ke Titik Sulit
Proses pemadaman terus berlangsung dengan mengandalkan penyiraman darat dan udara. Maesyal mengapresiasi sinergi lintas instansi yang menurutnya menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana ini.
“Semua tim baik itu dari pusat, BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan melalui Manggala Agni, relawan, Forkopimda, OPD, BPBD, Dinas Kesehatan, Kota Tangerang, Jakarta Barat, Kota Serang, termasuk juga dari Provinsi Banten,” katanya, merinci daftar pihak yang turun tangan.
Helikopter BNPB masih dikerahkan untuk menjangkau area yang sulit diakses jalur darat. “Alhamdulillah semuanya semangat terus. Baru saja kita lihat masih ada titik-titik asap yang harus dipadamkan,” tambah Maesyal.
Dua Posko Evakuasi Disiagakan untuk Warga Terdampak
Pemerintah Kabupaten Tangerang menyiapkan dua posko evakuasi di Desa Rajeg Mulya dan Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg. Posko dilengkapi layanan kesehatan dan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak kepulan asap.
“Apabila asapnya ke wilayah permukiman, langsung kita tangani evakuasi di kantor desa. Petugas kesehatan siaga. Kebutuhan makan, minum, vitamin, hingga suplemen juga kami siapkan agar masyarakat tetap sehat,” pungkas Maesyal.
Kolaborasi ini dinilai penting untuk terus dipertahankan. Maesyal menekankan perlunya evaluasi bersama guna mempertegas tugas masing-masing instansi dalam penanganan darurat ke depannya.