Pencarian

Review Nothing Ear (3a): Suara Hi-Res dan Fitur Rekaman Langka di Kelas Rp 1,6 Jutaan

Senin, 03 Agustus 2026 • 10:05:31 WIB
Review Nothing Ear (3a): Suara Hi-Res dan Fitur Rekaman Langka di Kelas Rp 1,6 Jutaan
Earbuds Nothing Ear (3a) dengan desain transparan khasnya dipajang dalam kotak case.

BANTEN — Saya memakai Nothing Ear (3a) selama kurang lebih satu pekan sebagai pendamping harian, mulai dari perjalanan commuter, meeting online, hingga sesi mendengarkan musik santai di rumah. Fokus utama pengujian adalah kualitas audio, kenyamanan pemakaian jangka panjang, dan tentu saja fitur perekaman yang menjadi nilai jual utamanya. Perlu dicatat, produk ini bukan unit final yang sempurna; ada beberapa kompromi yang harus Anda ketahui sebelum memutuskan membeli.

Desain Transparan: Lebih dari Sekadar Gimmick

Ini pengalaman pertama saya memegang produk audio Nothing, dan kesan pertama soal desainnya tidak berlebihan. Case-nya berbentuk kotak transparan yang memperlihatkan earbuds di dalamnya—detail kecil yang bikin produk ini terasa berbeda dari TWS lain yang didominasi warna hitam atau putih polos. Pilihan warna kuning dan pink yang cerah juga menyegarkan, meski opsi hitam tetap tersedia untuk yang lebih konservatif.

Secara ergonomis, earbuds-nya nyaman dan pas di telinga. Ukurannya tidak terlalu besar, dan Nothing menyediakan empat pilihan ukuran ear tips. Selama pemakaian 2-3 jam nonstop, tidak ada rasa perih atau tekanan berlebih di liang telinga. Case-nya sedikit lebih besar dari TWS lain yang pernah saya pakai, tapi perbedaannya tidak signifikan dan tetap muat di kantong celana.

Yang perlu dicatat, desain transparan ini memang menarik perhatian di transportasi umum. Tapi dari sisi praktis, permukaan case yang glossy mudah sekali meninggalkan sidik jari dan baret halus. Anda yang peduli estetika mungkin perlu membeli case pelindung tambahan.

Kualitas Audio: Bass Bertenaga, Detail Terjaga

Nothing Ear (3a) menggunakan driver custom 12mm yang menghasilkan suara Hi-Res. Karakter suaranya cenderung V-shape—bass-nya kuat dan bertenaga, cocok untuk genre pop, EDM, dan hip-hop. Vokal tetap terdengar jelas di tengah hentakan bass, dan treble-nya tidak melengking. Untuk TWS di harga Rp 1,6 jutaan, kualitas ini memang di atas rata-rata dan hampir mendekati kelas flagship.

Fitur Static Spatial Audio yang bisa diaktifkan lewat aplikasi Nothing X memberikan efek panggung yang lebih luas. Efeknya memang terdengar, tapi jangan berharap seperti headphone dengan head-tracking sungguhan. Ini lebih ke polesan EQ yang membuat suara terasa lebih "hidup", bukan fitur yang mengubah cara Anda mendengarkan musik secara fundamental.

Sayangnya, saya tidak bisa menguji codec LDAC atau aptX pada unit ini, dan bahan yang saya terima tidak menyebutkan dukungan codec tersebut. Yang jelas, koneksi Bluetooth-nya stabil selama pengujian, tanpa putus saat ponsel berada di saku celana.

Fitur Perekaman: Unik, Tapi Bukan untuk Semua Orang

Fitur perekaman suara dari earbuds adalah pembeda utama di kelas harga ini. Anda bisa merekam percakapan atau catatan suara langsung dari earbuds tanpa mengeluarkan ponsel. Ini sangat berguna untuk mahasiswa yang merekam kuliah, jurnalis yang wawancara di lapangan, atau siapa pun yang sering dapat ide mendadak di tengah perjalanan.

Kualitas rekamannya cukup jernih untuk percakapan di ruangan tenang. Namun, jangan berharap hasilnya sebagus recorder dedicated atau smartphone flagship. Di lingkungan bising seperti jalan raya, suara angin dan kebisingan sekitar akan ikut terekam. Ini fitur yang cerdas, tapi eksekusinya masih perlu pengujian lebih dalam untuk skenario ekstrem.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Beberapa catatan penting yang saya temukan selama pemakaian:

  • Baterai: Bahan tidak menyebutkan angka pasti kapasitas baterai, tapi untuk pemakaian campuran (musik + meeting + perekaman sesekali), saya bisa bertahan sekitar 4-5 jam dengan ANC aktif. Ini standar untuk TWS kelas menengah, bukan yang terbaik.
  • ANC: Bahan tidak merinci spesifikasi Active Noise Cancelling-nya. Dari pengalaman saya, ANC-nya efektif meredam suara AC dan percakapan pelan, tapi masih kalah agresif dari kompetitor di harga yang sama seperti seri mid-range dari Samsung atau OPPO.
  • Kompetisi: Di harga Rp 1,6 jutaan, Anda juga bisa mempertimbangkan TWS lain dengan ANC lebih kuat atau baterai lebih awet. Nothing Ear (3a) menang di desain dan fitur perekaman, tapi kalah di beberapa aspek teknis lain.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:

  • Desain transparan yang unik dan pilihan warna cerah
  • Kualitas audio Hi-Res dengan bass bertenaga, nyaris flagship
  • Fitur perekaman suara yang jarang ada di kelas mid-range
  • Ergonomis dan nyaman untuk pemakaian lama

Kekurangan:

  • Case glossy rawan sidik jari dan baret
  • Kualitas rekaman menurun signifikan di lingkungan bising
  • ANC tidak sekuat kompetitor langsung di harga yang sama
  • Daya tahan baterai standar, bukan yang terbaik di kelasnya

Verdict: Untuk Siapa TWS Ini?

Nothing Ear (3a) adalah produk dengan kepribadian kuat. Anda membayar Rp 1,6 jutaan bukan hanya untuk suara bagus, tapi juga untuk desain yang menonjol dan fitur perekaman yang fungsional. TWS ini sangat cocok untuk mahasiswa, kreator konten pemula, atau pekerja yang sering merekam catatan suara dan ingin tampil beda dari pengguna TWS biasa.

Namun, jika prioritas utama Anda adalah peredam bising terbaik atau daya tahan baterai paling lama di kelasnya, ada opsi lain yang lebih mumpuni. Nothing Ear (3a) adalah pilihan yang tepat jika Anda menghargai desain dan fitur unik, dan bersedia berkompromi pada beberapa aspek teknis.

Follow www.bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ototekno.okezone.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks