Pencarian

Harga Telur di Lebak Turun Rp7.000 per Kilogram, Pasokan Unggas Pedaging Melimpah dari Sentra Peternakan Banten

Kamis, 02 Juli 2026 • 19:08:01 WIB
Harga Telur di Lebak Turun Rp7.000 per Kilogram, Pasokan Unggas Pedaging Melimpah dari Sentra Peternakan Banten
Harga telur di Pasar Tradisional Rangkasbitung turun Rp7.000 per kilogram akibat pasokan melimpah dari peternak lokal.

LEBAK — Warga Kabupaten Lebak, Banten, bisa bernapas lega. Harga telur ayam dan daging unggas pedaging di pasar tradisional kompak turun dalam dua pekan terakhir. Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Lebak, Yani, mengatakan penurunan terjadi karena pasokan dari peternak lokal membanjiri pasar.

Berapa Besar Penurunan Harga Telur dan Ayam?

Di Pasar Tradisional Rangkasbitung, harga telur turun drastis dari Rp28.000 menjadi Rp21.000 per kilogram. Artinya, ada penurunan Rp7.000 per kilogram. Sementara itu, harga unggas pedaging turun dari Rp35.000 menjadi Rp32.000 per kilogram.

"Kami meyakini menurunnya komoditas telur dan unggas pedaging dan bahan pokok lainnya di sentra produksi melimpah, sehingga membanjiri pasar," kata Yani, Kamis.

Bahan Pokok Lain Ikut Terkoreksi

Penurunan harga tidak hanya terjadi pada telur dan ayam. Beberapa komoditas bahan pokok lainnya juga mengalami koreksi harga. MinyaKita misalnya, turun dari Rp20.300 menjadi Rp20.000 per kilogram.

Cabai merah keriting kini dijual Rp45.000 per kilogram dari sebelumnya Rp47.200. Cabai merah besar turun menjadi Rp45.000 per kilogram, sementara cabai rawit hijau turun dari Rp47.000 menjadi Rp45.000 per kilogram. Cabai rawit merah yang sempat menyentuh Rp78.600 kini turun menjadi Rp70.000 per kilogram. Bawang merah juga ikut turun dari Rp45.000 menjadi Rp43.200 per kilogram.

Beras dan Gula Pasir Stabil

Berbeda dengan komoditas lain, harga beras medium cenderung stabil. Beras medium KW 1 dijual Rp13.400 per kilogram, KW 2 Rp12.900, dan KW 3 Rp12.100. Gula pasir lokal juga bertahan di harga Rp18.600 per kilogram, sementara terigu Rp12.700 per kilogram.

Lebak: Lumbung Unggas Banten

Kepala Bidang Bina Usaha dan Kelembagaan Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak, Rieyan Dermawan, mengungkapkan bahwa produksi unggas pedaging di daerahnya bisa mencapai 7-8 juta ekor per musim panen. Masa panen ini berlangsung selama 40 hari.

"Kita menjadi sentra peternakan unggas di Banten, dan sebagian dipasok ke Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi," katanya.

Kondisi ini menjadikan Lebak sebagai salah satu pemasok utama daging unggas di Provinsi Banten dan sekitarnya. Melimpahnya pasokan inilah yang kemudian menekan harga di tingkat konsumen.

Apa Dampaknya bagi Warga?

Dengan turunnya harga telur dan ayam, daya beli masyarakat diharapkan meningkat. Bagi ibu rumah tangga dan pelaku UMKM kuliner di Lebak, penurunan ini menjadi kabar baik karena biaya produksi bisa lebih terkendali. Pemerintah daerah pun terus memantau pergerakan harga untuk memastikan stabilitas pasokan tetap terjaga.

Follow www.bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks