JAKARTA — Empat titik perlintasan sebidang kereta api di Banten bakal berubah wajah. Pemerintah pusat melalui Komisi V DPR RI mengalokasikan anggaran untuk pembangunan flyover dan underpass di kawasan Cisauk, Serpong, Jombang, dan Bintaro. Targetnya, seluruh proyek infrastruktur ini selesai pada 2027.
Empat Titik Prioritas yang Macet Tiap Pagi
Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Fauzi menyebut keempat lokasi itu jadi prioritas karena setiap hari mengalami kemacetan parah, terutama pada pagi hari. "Kalau lahan sudah disiapkan, menurut saya tinggal dibangunnya akan lebih gampang sekali," ujarnya, Minggu (5/7/2026), dikutip dari Parlementaria.
Menurut Fauzi, kemacetan di perlintasan itu dipicu oleh tingginya frekuensi perjalanan kereta api yang melintas. Dua titik terparah berada di kawasan Pasar Serpong dan Cisauk yang kerap menimbulkan antrean kendaraan panjang.
Percepatan Pembebasan Lahan Jadi Kunci
Agar proyek tidak molor, Fauzi mendorong percepatan pembebasan lahan. Ia akan berkoordinasi dengan Gubernur Banten, Wali Kota Tangerang Selatan, dan Bupati Lebak. "Kalau lahan sudah siap, pembangunannya akan lebih mudah," tegasnya.
Selain mengurai kemacetan, pembangunan flyover dan underpass dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang. Selama ini, perlintasan tanpa palang pintu resmi kerap memakan korban.
Ombudsman: Perlintasan Harus Berstatus Resmi
Anggota Ombudsman RI Robert Na Endi Jaweng menilai penguatan perlintasan sebidang menjadi solusi realistis dalam keselamatan kereta api. Menurutnya, setiap perlintasan harus berstatus resmi agar memiliki kejelasan pengelolaan dan dilengkapi palang pintu resmi.
"Pembangunan flyover atau underpass merupakan solusi paling ideal," kata Robert. Ia menambahkan, perlintasan liar tanpa pengelolaan jelas menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan dan perjalanan kereta api.
Dampak bagi Warga Penyangga Jakarta
Wilayah penyangga Jakarta seperti Serpong, Cisauk, dan Bintaro selama ini menjadi langganan kemacetan parah di jam sibuk. Warga yang bekerja di Jakarta kerap mengeluhkan antrean panjang di perlintasan kereta yang bisa mencapai puluhan menit.
Dengan adanya flyover dan underpass, waktu tempuh warga diharapkan terpangkas signifikan. Proyek ini juga bakal meningkatkan keselamatan karena memisahkan jalur kereta dan kendaraan bermotor secara vertikal.