TANGERANG — DLH Kota Tangerang tidak hanya mengandalkan patroli rutin dalam mengantisipasi kebakaran di TPA Rawa Kucing. Sejumlah infrastruktur pendukung pun disiapkan, termasuk tandon air berkapasitas besar dan normalisasi kolam resapan untuk menjamin pasokan air saat kondisi darurat.
Langkah Konkret di Lapangan: Cover Soil hingga Penyiraman
Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi mengatakan pihaknya telah memeriksa langsung tiga proyek strategis daerah yang sedang berjalan di TPA tersebut. Ketiganya adalah revitalisasi instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), revitalisasi sistem pemanfaatan gas metana, dan pembangunan pusat daur ulang (PDU) sampah.
"Kami sudah periksa langsung ke lapangan dan berkoordinasi dengan penanggung jawab agar memastikan setiap pekerjaan mengedepankan keselamatan dan bersama-sama mencegah terjadinya bencana seperti kebakaran," ujar Wawan di Tangerang, Minggu.
Selain proyek strategis, pengelolaan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) yang beroperasi setiap hari juga dipastikan berjalan lancar. DLH juga melakukan cover soil atau penutupan timbunan sampah dengan tanah untuk mengurangi risiko munculnya api akibat gas metana.
Edukasi ke Pemulung: Dilarang Nyalakan Api di Area Landfill
Kepala UPT Pengelolaan TPA dan Retribusi Pelayanan Persampahan DLH Kota Tangerang Risdiana Setiawan menambahkan, pihaknya telah memberikan edukasi kepada para pemulung. Mereka dilarang menyalakan api dalam kebutuhan apapun di area landfill.
"Apalagi kondisi sampah kering sangat cepat menyambar ketika ada percikan api, sehingga perlu adanya kolaborasi dalam menjaga keamanan di TPA Rawa Kucing," kata Risdiana.
Penyiraman rutin juga dilakukan di area yang berpotensi mengalami peningkatan suhu, serta pembersihan rumput liar yang mudah terbakar saat cuaca kering.
Peringatan dari Pemerintah Pusat: WMO Sudah Warning El Nino
Langkah mitigasi ini merupakan respons atas surat edaran Menteri Lingkungan Hidup Jumhur yang meminta kepala daerah mengantisipasi kebakaran TPA. Sebelumnya, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono saat berkunjung ke TPA Jatiwaringin, Tangerang, menyebut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) sudah memberikan peringatan El Nino mulai Juli hingga September.
Ia menekankan seluruh pemerintah daerah agar meningkatkan pemilahan dan tata kelola sampah di TPA masing-masing sebagai langkah untuk memastikan tidak terjadi insiden serupa seperti yang pernah terjadi di TPA Kabupaten Tangerang.