Peserta tidak hanya mendapat teori, tetapi juga simulasi langsung penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), teknik evakuasi, hingga langkah awal penyelamatan sebelum bantuan profesional tiba. Materi pelatihan mencakup identifikasi potensi bahaya di lingkungan sekitar dan koordinasi dengan pemangku kepentingan saat darurat.
Instruktur dari Pemadam Kebakaran Kota Tangerang memandu setiap sesi secara interaktif. Warga diajak mempraktikkan cara memadamkan api kecil dan menyelamatkan diri saat gempa mengguncang.
Mengapa Warga Perlu Mampu Bertindak Mandiri Saat Bencana?
Salah satu peserta, Alex Eko Setiawan, menekankan pentingnya kesiapsiagaan di tengah kepadatan permukiman. "Sebagai masyarakat yang tinggal di area padat penduduk kita perlu memiliki pengetahuan tentang siaga bencana supaya dapat mengatasi secara mandiri apabila terjadi bencana sehingga tidak hanya mengandalkan dari pihak eksternal," ujar Alex dalam keterangan resmi yang diterima di Serang.
Pernyataan itu mencerminkan kondisi nyata di lapangan: akses petugas pemadam ke gang sempit kerap terhambat, sehingga respons awal dari warga menjadi penentu.
Apresiasi Kelurahan dan Komitmen Pertamina untuk Budaya Sadar Risiko
Lurah Mekarsari, Yanyan Surya Permana, mengapresiasi konsistensi Pertamina Patra Niaga dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di wilayahnya. Menurut dia, kegiatan ini sangat relevan mengingat potensi kebakaran dan gempa bumi di kawasan padat penduduk.
"Kami selaku Kelurahan Mekarsari memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pertamina karena selalu memberikan perhatian kepada warga Mekarsari melalui bantuan TJSL," kata Yanyan.
Di sisi lain, Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Reno Fri Daryanto, menegaskan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. "Kami ingin menumbuhkan budaya sadar risiko dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam merespons keadaan darurat secara cepat, tepat, dan aman," ujar Reno. Ia menambahkan, masyarakat yang teredukasi akan menjadi garda terdepan dalam meminimalkan dampak bencana.