SERANG — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan revitalisasi kawasan ziarah Syekh Asnawi Caringin merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam merawat situs religi yang memiliki nilai spiritual penting. Ia menyebut penataan ini harus dimaknai sebagai gerakan bersama, bukan sekadar proyek konstruksi.
"Kawasan ziarah Syekh Asnawi Caringin ini tidak hanya menjadi tempat yang nyaman bagi para peziarah, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata religi, sejarah, dan budaya yang membanggakan," kata Andra Soni melalui keterangan resminya di Serang, Senin.
Fasilitas Baru yang Dibangun di Kawasan Inti Makam
Penataan tahap awal menyasar pembangunan sejumlah fasilitas penunjang di area inti makam. Beberapa di antaranya adalah gerbang utama, pintu masuk, musala, gazebo utama, selasar, aula tunggu, serta pintu keluar yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan peziarah.
Pemprov Banten tidak berhenti di kawasan inti. Rencana berikutnya, pemerintah akan menata fasilitas pendukung seperti area parkir dan kios-kios pedagang UMKM agar seluruh kawasan terintegrasi dan tertata rapi.
Konsep Pelayanan Terpadu untuk Peziarah dan Pedagang
Pengurus Yayasan Cahaya Aulia Caringin selaku pengelola kawasan, Jajat Rifatullah, menyatakan revitalisasi ini telah mendapat persetujuan penuh dari seluruh pengurus kenadziran Syekh Asnawi Caringin. Ke depan, kawasan ziarah akan menerapkan konsep pelayanan terpadu.
"Penataan dilakukan, sistemnya juga kita perbaiki, sehingga peziarah yang datang semakin nyaman. Mereka bisa berziarah dengan khusyuk dan pulang dengan membawa oleh-oleh yang baik dan terjangkau," ujar Jajat.
Pembagian Peran: Infrastruktur, Kebersihan, dan Ekonomi
Gubernur berharap keberhasilan revitalisasi ini tidak hanya bergantung pada pemerintah. Peran aktif masyarakat dinilai krusial, mulai dari menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan, sementara para ulama bertugas menjaga marwah kesucian kawasan.
Adapun para pelaku usaha lokal diharapkan mampu menggerakkan perekonomian dengan menyediakan produk yang berkualitas bagi para pengunjung. Makam Syekh Asnawi dikenal tidak pernah sepi dari peziarah yang datang dari berbagai penjuru nusantara, sehingga potensi ekonominya dinilai besar.