Pencarian

Perajin Bambu di Tangerang Kewalahan Penuhi Orderan Tiang Panjat Pinang Jelang 17 Agustus, Harga Mulai Rp 250 Ribu

Rabu, 12 Agustus 2026 • 15:00:01 WIB
Perajin Bambu di Tangerang Kewalahan Penuhi Orderan Tiang Panjat Pinang Jelang 17 Agustus, Harga Mulai Rp 250 Ribu
Perajin bambu di Tigaraksa, Tangerang, menyelesaikan pembuatan tiang panjat pinang untuk memenuhi lonjakan pesanan menjelang HUT ke-81 RI.

TANGERANG — Geliat ekonomi lokal terasa di Kabupaten Tangerang menjelang perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026. Bambu jenis gombong yang biasa dijadikan tiang panjat pinang kini menjadi primadona dan perajin setempat kewalahan memenuhi permintaan yang melonjak.

Apeng (41), seorang perajin bambu asal Tigaraksa, mengaku orderan yang masuk tahun ini meningkat 10 hingga 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. "Tahun kemarin kurang lebih ada 10 tiang bambu dipesan. Tapi sekarang mudah-mudahan lebih dari 20 tiang pemesanan ter-order," ujarnya saat ditemui di Tangerang, Rabu.

Bambu Gombong Spesial: Panjang 8,5 Meter dan Lurus

Tidak semua bambu bisa dijadikan tiang panjat pinang. Apeng menjelaskan, pihaknya hanya menggunakan bambu gombong dengan kriteria khusus yang didatangkan dari sejumlah daerah seperti Rangkasbitung, Bayah, Bogor, hingga Pandeglang.

"Bambu khusus jenis gombong dengan kriteria tertentu, seperti harus memiliki panjang sekitar 8,5 meter, berukuran besar, dan lurus kita siapkan," terangnya.

Proses pembuatan tiang panjat pinang ini membutuhkan ketelatenan. Pengerjaan dimulai dari bagian kepala bambu, pengikatan atau uletan, hingga proses pengamplasan. Dalam kondisi fokus, Apeng mampu menyelesaikan hingga dua batang bambu dalam sehari.

Harga Lebih Murah dari Pinang Asli, Cuma Rp 250 Ribu

Lonjakan permintaan ini tak lepas dari harga yang ditawarkan jauh lebih ekonomis. Apeng menyebut, satu unit panjat pinang dari bambu dibanderol Rp 300 ribu dan bisa turun menjadi Rp 250 ribu setelah proses tawar-menawar.

Harga tersebut naik tipis sekitar Rp 50 ribu dibandingkan tahun lalu yang berkisar di angka Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu, karena penyesuaian harga bahan baku dari daerah asal.

Sebagai perbandingan, pohon pinang asli biasanya dibanderol dengan harga yang bisa mencapai kisaran Rp 1 juta. "Satu unit panjat pinang bambu dibanderol seharga Rp 300 ribu, dan bisa menjadi Rp 250 ribu setelah proses tawar-menawar," paparnya.

Selain Panjat Pinang, Permintaan Umbul-Umbul dan Bilah Baliho Ikut Naik

Momen kemerdekaan ini turut mendongkrak penjualan perlengkapan bambu lainnya. Apeng menyediakan bambu untuk umbul-umbul yang dijual seharga Rp 100 ribu per ikat berisi sembilan hingga 10 batang, serta bilah bambu untuk baliho dengan kisaran harga Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu per unit.

"Pemesanan perlengkapan bambu banyak datang dari berbagai wilayah sekitar Tangerang hingga kawasan terjauh di Tangerang Selatan," kata Apeng.

Untuk menunjang keamanan, tiang panjat pinang buatannya juga dilengkapi ikatan ban bekas sebagai pengaman serta paku. Apeng berharap tren positif ini bisa berlanjut hingga puncak perayaan kemerdekaan nanti.

Follow www.bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks