BANTEN — Briscoe, yang musim lalu sukses menembus Championship Four, akhirnya memecah kebuntuan musim ini. Start dari posisi terdepan, ia harus bekerja keras tidak hanya menahan laju William Byron (Hendrick Chevrolet) yang unggul di pit, tetapi juga dua pebalap JGR lainnya yang terus menekan dari belakang.
Strategi Pit dan Kecepatan di Paruh Kedua Jadi Kunci
Kemenangan ini diraih Briscoe setelah timnya berhasil melakukan pit stop yang lebih cepat dari Byron. Namun, tantangan terbesar justru datang dari dalam kandang sendiri. “Saya merasa luar biasa. Balapan yang luar biasa,” ujar Briscoe di depan publik Chicago yang memadati sirkuit.
Ia mengendarai mobil bernuansa merah, putih, dan biru ala Bendera AS di akhir pekan 4 Juli. “Rasanya sangat Amerika. 250 tahun. Mobil ini benar-benar luar biasa,” tambahnya penuh semangat.
Hamlin Akui Lengah, Bell Masih Buru Kemenangan Perdana
Denny Hamlin, yang start dari pole dan memimpin klasemen poin musim reguler, justru mengakui dirinya lengah. “Saya merasa mengontrol balapan, tapi mungkin jadi sedikit malas saat restart. Saya menganggap remeh,” kata Hamlin. Ia kehilangan keseimbangan mobil di stage ketiga hingga akhirnya harus puas di posisi ketiga setelah menyentuh tembok.
Sementara itu, Christopher Bell yang masih membalap dengan bidai di tangannya (menggantikan gips) finish di posisi kedua. Ia masih mengejar kemenangan pertamanya musim ini.
Dominasi Toyota: 7 dari 10 Posisi Teratas
Pencapaian ini menjadi rekor baru bagi Toyota dalam sejarah NASCAR. Semua pebalap Joe Gibbs Racing (Briscoe, Bell, Hamlin, dan Truex Jr.) masuk posisi 10 besar. Tiga dari empat pebalap 23XI Racing juga finis di sana, kecuali Tyler Reddick yang mengalami kecelakaan di awal balapan.
Kecelakaan Reddick justru menguntungkan Hamlin. Pebalap veteran itu berhasil memperlebar keunggulan poinnya di klasemen musim reguler menjelang akhir musim. Balapan di Chicagoland ini membuktikan bahwa Toyota kini menjadi kekuatan dominan di NASCAR, setidaknya di sirkuit beraspal sepanjang 1,5 mil tersebut.