Pencarian

Bakrie Sumatera Plantations Kantongi Penjualan Rp1,28 Triliun, Harga CPO Dunia Melonjak 21 Persen

Selasa, 04 Agustus 2026 • 10:10:31 WIB
Bakrie Sumatera Plantations Kantongi Penjualan Rp1,28 Triliun, Harga CPO Dunia Melonjak 21 Persen
Suasana perkebunan kelapa sawit milik PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) di Provinsi Banten.

BANTEN — Kinerja penjualan UNSP di paruh pertama tahun ini masih didominasi komoditas kelapa sawit yang menyumbang Rp1,23 triliun, sementara segmen karet berkontribusi Rp45 miliar. Namun di balik top line yang tumbuh, perseroan mencatat laba kotor Rp301 miliar atau turun 7 persen secara tahunan. Laba usaha ikut terkoreksi 28 persen menjadi Rp109 miliar, dan EBITDA menyusut 19 persen menjadi Rp188 miliar.

Harga CPO Naik, Biaya Produksi Ikut Menggerus Margin

Kenaikan harga jual rupanya belum sepenuhnya mampu menahan tekanan biaya. Meski harga CPO rata-rata melesat 21 persen—dari USD1.194 per ton CIF Rotterdam pada kuartal II-2025 menjadi USD1.445 per ton pada kuartal II-2026—margin perseroan justru menyempit.

Direktur sekaligus Investor Relations UNSP, Andi W. Setianto, mengatakan perseroan merespons kondisi ini dengan mempercepat program peremajaan tanaman menggunakan bibit unggul. Langkah ini ditempuh untuk mengejar produktivitas kebun yang masih di bawah potensi optimal.

"Perseroan terus bekerja keras meningkatkan produktivitas aset kebun melalui peremajaan menggunakan bibit unggul. Optimalisasi produktivitas pabrik juga dilakukan dengan membeli tandan buah segar dari petani yang tidak memiliki pabrik, sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan mereka," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (4/8/2026).

Strategi Ganda: Serap TBS Petani dan Patuhi ISPO

Alih-alih hanya mengandalkan kebun sendiri, UNSP mulai agresif menyerap tandan buah segar (TBS) dari petani sekitar yang tidak memiliki fasilitas pengolahan. Kebijakan ini punya dua fungsi: mengisi kapasitas pabrik yang menganggur sekaligus memperkuat pasokan bahan baku di tengah siklus panen yang fluktuatif.

Di sisi keberlanjutan, perseroan berkomitmen memenuhi standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Praktik zero burning atau tanpa bakar lahan menjadi kebijakan wajib di seluruh konsesi, seiring dorongan pemerintah memperketat pengawasan perkebunan sawit nasional.

Tekanan Biaya Masih Menghantui Semester Kedua

Tantangan terbesar UNSP ke depan bukan soal permintaan, melainkan efisiensi. Koreksi laba di tengah harga komoditas yang sedang tinggi menandakan beban produksi—kemungkinan dari pupuk, logistik, dan tenaga kerja—tumbuh lebih cepat dari pendapatan.

Peremajaan kebun yang tengah berjalan juga berarti ada areal yang belum produktif dalam beberapa tahun ke depan. Artinya, investor perlu mencermati apakah strategi ini mampu mengangkat margin sebelum biaya peremajaan semakin membebani neraca.

Dengan harga CPO yang diperkirakan tetap bertahan di level tinggi hingga akhir tahun, peluang perbaikan margin sebenarnya terbuka. Namun eksekusi di lapangan—kecepatan peremajaan dan efektivitas serapan TBS petani—akan menentukan apakah UNSP bisa membalik tren penurunan laba pada semester II-2026.

Follow www.bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks